Daily Calendar

Senin, 19 Agustus 2013

Kegiatan Persembahyangan Hari Raya Pagerwesi di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji

Kegiatan Persembahyangan Hari Raya Pagerwesi
di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji
          Selamat pagi, saya Parisudha dari Warta Spensa akan melaporkan mengenai jalannya kegiatan persembahyangan dalam rangka Hari Raya Pagerwesi di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada.
            Kegiatan persembahyangan ini diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 2013. Kegiatan persembahyangan dilakukan di dua tempat yaitu di Pura Dadia Arya Tegeh Kori dan di Pura Siwa. Persembahyangan pertama berlangsung di Pura Dadia Arya Tegeh Kori. Para pemedek ( peserta persembahyangan) sudah mulai mendatangi pura sejak pukul 06.43 WITA. Kegiatan persembahyangan yang dilakukan direncanakan dimulai pukul 08.00 WITA. Sebelum dimulainya kegiatan persembahyangan, para pemedek pria melakukan kerja bakti membersihkan pura dan menyiapkan tikar sebagai alas duduk. Semua pemedek Arya Tegeh Kori sudah berkumpul di pura pada pukul 07.26 WITA. Persembahyangan ini dipimpin oleh pemangku yang bernama Nyoman Tirta. Persembahyangan akhirnya dimulai pukul 07.55 WITA. Para pemedek dengan khusuk melakukan kegiatan persembahyangan. Kegiatan di Pura Dadia Arya Tegeh Kori selesai pada pukul 08.17 WITA.
            Setelah melakukan kegiatan di Pura Dadia Arya Tegeh Kori, para pemedek berjalan menuju Pura Siwa. Pura Siwa terletak di sebelah Pura Dadia Arya Tegeh Kori. Para pemedek sudah berkumpul di pura pada pukul 08.23 WITA. Persembahyangan dimulai pada pukul 08.37 WITA dan berakhir pada pukul 09.01 WITA.
            Baik, demikianlah laporan saya mengenai kegiatan persembahyangan dalam rangka Hari Pagerwesi di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji. Terima Kasih









BENTUK-BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DAN PERGERAKAN KEBANGSAAN MELALUI MIAI, GERAKAN BAWAH TANAH DAN PERJUANGAN BERSENJATA

BENTUK-BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DAN PERGERAKAN KEBANGSAAN MELALUI MIAI, GERAKAN BAWAH TANAH DAN PERJUANGAN BERSENJATA
A.    Latar Belakang
Pada masa pendudukan Jepang , para pemimpin perjuangan bangsa Indonesia bersikap hati-hati. Hal ini dikarenakan pemerintah pendudukan Jepang sangat kejam menyiksa bahkan membunuh siapa saja yang terang-terangan menentang Jepang. Semua organisasi kebangsaan yang telah ada sejak penjajahan Belanda dibubarkan. Para pemimpin pergerakan kebanmgsaan selalu dicurigai dan diawasi dengan ketat. Hal tersebut disebabkan karena sebelum Jepang masuk ke Indonesia telah mengirimkan mata-mata sehingga memiliki data yang lengkap keadaan politik di Indonesia.
Menghadapi keadaan yang serba sulit maka para pemimpin bangsa Indonesia berjuang dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Mereka tidak kehilangan semangat perjuangan. Dengan taktik kooperasi para pemimpin dapat membela nasib nasional. Namun, ada pula yang mengadakan gerakan bawah tanah atau ilegal maupun dengan perlawana bersenjata. Semua itu adalah mempunyai cita-cita yang sama yakni mewujudkan Indonesia Merdeka.
B.     Bentuk-bentuk perlawanan terhadap Jepang
1.      Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang
2.      Perjuangan Melalui Organisasi Islam, Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
3.      Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
4.      Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
C.     Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Kerja)
Untuk memperkuat politik Jepang ( Hakko Ichiu) maka, Jepang membubarkan semua partai politik yang ada dan mebentuk Gerakan 3A yang dipimpin oleh Mr.  Syamsudin. Namun, organisasi ini dibubarkan karena tidak mendapat simpati dari rakyat. Kemudian tanggal 1Maret 1943 dibentuklah PUTERA.
PUTERA dipimpin oleh 4 Serangkai yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro dan K.H Mas Mansyur. Tujuan Jepang Membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikiran. Namun, pihak Indonesia PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme dan imperialisme. Jepang memandang bahwa PUTERA lebih menguntungkan dan bermanfaat untuk Indonesia maka pada bulan April 1944 PUTERA dibubarkan oleh Jepang.
D.    Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
Setelah Putera dibubarkan, pemerintah Jepang membentuk Jawa Hokoaki ( Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa). Salah satu bagian dari Jawa Hokoaki adalah Syuisyintai ( Barisan Pelopor). Organisasi ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Pemimpin Harian atau Kepala Sekretariatnya adalah Sudiro. Beberapa Tokoh Nasional lain yang menjadi pengurus adalah Chaerul Saleh, Asmara Hadi, Sukardjo, Wryopranoto, Oto Iskandardinata dll.  Organissi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
E.     Memanfaatkan Chuo Sangi In ( Badan Penasihat Pusat)
Badan ini dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jendral Hideki Tojo ( Perdana Menteri Jepang). Ketuanya adalah Ir.Soekarno. Anggotanya berjumlah 23 orang Jepang dan 20 orang Indonesia. Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan ( Penguasa tertinggi  militer Jepang di Indonesia).
Oleh pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar  dibentuknya BARISAN PELOPOR untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan
            D. Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
Perkumpulan dari organisasi-organisasi islam yang berdiri pada tanggal 21 September 1937 berdasarkan prakarsa K.H Mas Mansur , K.H Wahab Hasbullah , Wondo amiseno dan tokoh lainnya di Surabaya Saat Pemerintahan Hidia Belanda.
Pada masa penyerbuan bala tentara Jepang ke Indonesia, organisasi MIAI melakukan kegiatan kegiatan terutama dalam bidang agama , meskipun pada tahun tahun terakhir menjelang jatuhnya Hindia Belanda ke tangan jepang , perhatiannya ke bidang politik  cukup besar , ini dapat dilihat dari programmnya yang berupaya mempersatukan oraganisasi organisasi islam untuk bekerja sama memperkokoh kerja sama umat islam baik di dalam negeri ataupun diluar negeri  , untuk mermperkuat itu , MIAI melakukan 3 kali kongres , kegiatan MIAI yang paling terkenal adalah BAITUL MAL (lembaga perbendaharaan Negara )
Setelah penyerbuan pada tahun 1942, Jepang merasa membutuhkan hidupnya organisasi MIAI. Oleh karena itu Jepang masih memberi hak hidup kepada MIAI dalam melakukan kegiatannya. Namun, MIAI tidak dapat memberi harapan bagi Jepang bahkan dianggap sebagai kendala terhadap keinginan Jepang karena MIAI dibentuk atas inisiatif kaum muslimi dan perhatiannya banyak tertuju pada masalah publik dan akan menolak segala bentuk kolonialisasi. Karena organisasi ini kurang memuaskan jepang, maka pada bulan Oktober 1943 dibubarkan dan diganti menjadi MASYUMI ( Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang diresmikan Gunseikan pada tanggal 22 November 1943.
F.      Perjuangan Melalui Gerakan Bawah tanah
1.      Kelompok Sutan Syahrir
2.      Kelompok Amir Syarifudin
3.      Persatuan Mahasiswa
4.      Kelompok Sukarni
5.      Kelompok Pemuda Menteng 31
6.      Golongan Kaigun
G.    Kelompok Sutan Syahrir
Kelompok pendukung demokrasi parlementer yang merupakan model eropa barat dan kelompok penentang jepang karena jepang merupakan negara fasisme (Kekuasaan Pemerintah Otoriter yang mengutamakan kepentingan diatas segalanya ).
Anggota kelompok ini lebih banyak terdapat pelajar dari berbagai daerah seperti Jakarta , Surabaya , Cirebon , Garut , Semarang dan banyak lagi
Perjuangan kelompok ini menggunakan cara sembunyi-sembunyi atau dengan bergerak melalui bawah tanah
H.    Kelompok Amir Syarifudin
Kelompok ini sama dengan kelompok sutan syahrir karena sama sama menentang fasisme  dan tidak mau kerjasama dengan jepang . Kelompok mendapat bantuan uang 25.000 Gulden (Sekitar Rp 150.000.000) oleh P.J.A. Idenburg (Pimpinan Departemen Pendidikan Hindia Belanda ) yang memiliki hubungan erta dengan Amir Syarifuddin melalui Dr. Charles Van de Plas. Kelompok ini juga melakukan gerakan bawah tanah untuk melawan jepang.
Amir Syarifuddin pernah ditangkap dan dijatuhkan hukuman mati pada tahun 1944 oleh jepang , karena bantuan soekarno , hukuman amir syarifuddin menjadi Hukuman Penjara seumur hidup , namun setelah jepang menyerah dia (Amir) dibebaskan dari Hukuman itu
I.       Golongan Persatuan Indonesia
Golongan Persatuan manusia juga sama dengan kelompok Sutan Syahrir yaitu Menentang Jepang karena jepang merupakan negara fasisme. Golongan ini sebagian besar berasal dari Mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) dan BAPERPI ( Badan Permusyawaratan Pelajar Pelajar Indonesia )Tokoh Terkenal antara lain Supeno (Ketua) , Burhanuddin , Harahap , dan Kusnandar yang berasal dari BAPERPI . Mahasiswa yang terkenal adalah Djohar Noer , Sayoko , Syarif Thayeb , darwis , Eri Sadewo , Chairul Saleh dan Tadjuludin
J.       Kelompok Sukarni
Kelompok ini menghimpun orang orang yang berjiwa revolisioner  untuk menyebarkan cita cita kemerdekaan dan membungkam kebohongan kebohongan yang dilakukan jepang. Kelompok ini menutupi pergerakannya dengan cara medirikan asrama politik yang berjudul “Angkatan Baru Indonesia” . Di asrama itu tokoh pergerakan nasional mengajarkan pemuda tentang masalah umum dan politik. Tokoh tokoh yang tergabung antara lain  Adam Malik , Pandu Kartawiguna , Chairul Saleh , dan Maruto Nitimihardjo
K.    Kelompok pemuda Menteng 31
Kelompok yang dibentuk oleh pemuda yang bekerja di bagian propaganda jepang (Sendenbu) yang bermakas di gedung menteng 31 jakarta , secara resmi pendirian asrama kelompok ini dibiayai jepang sepenuhnya dengan maksud untuk menjadikan pemuda indonesia sebagai alat bantu jepang , namun oleh pemuda tempat ini digunakan untuk menggerakkan semangat nasionalisme.
Tokoh penting anggota ini adalah Sukarni , Chairul Saleh , A.M Hanafi , Adam Malik , Pandu kartawiguna , Maruto Nitimiharjo , Khalid Rasjidi dan Djamhari
L.     Golongan Kaigun
Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jalan Bungur Besar No. 56 Jakarta. Asrama ini didirikan atas inisiatif dan bantuan kepala perwakilan Kaigun di Jakarta, Laksamana Muda Maeda pada bulan Oktober 1944.  Sebagai pengurus asrama oleh Maeda ditunjuklah Mr. Ahmad Subardjo Djoyohadisuryo sebagai ketua dibantu tokoh tokoh muda Wikana.  Di dalam asrama ini mendapat pendidikanpolitik tokoh tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno, Drs Moh Hata , Sutan Syahrir , Kusuma Sumantri , Latuhary , RP Singgih , Ratu Langie , Maramis ,dan buntaran . Kelompok ini menjalin kerja sama dengan kelompok bwah tanah yang lain tetap denganhati hati agar tidak dicurigai oleh jepang. Golongan Kaigun Melakukan Kegiatan 1. Menjalin komunikasi dan memelihara semangant nasionalisme 2. menyiapkan kekuatan untuk menyambut kemerdekaan 3. mempropagandakan kesiapan untuk merdeka 4. memantau perkembangan perang pasifik.
M.   Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
Ø  Perlawanan Bersenjata yang dilakukan rakyat
1.      Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942)
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang guru mengaji. Perlawanan di Cot Pleing, Lhoseumawe, Aceh ini diawali dari serbuan Jepang terhadap masjid di Cot Pleing. Masjid terbakar dan pasukan Tengku Abdul Jalil  banyak yang gugur. Akhirnya Tengku Abdul Jalil tewas ditembak oleh Jepang.

2.      Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943)
Perlawanan ini dilakukan oleh suku Dayak di pedalaman serta kaum feodal di hutan-hutan. Latar belakang perlawanan ini karena mereka menderita akibat tindakan Jepang yang kejam. Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.

3.      Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa, seorang pendiri pesantren Sukamanah. Perlawanan ini lebih bersifat keagamaan. KH. Zainal Mustafa tidak tahan lagi serta membiarkan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat, serta pemaksaan terhadap agama yakni adanya upacara “Seikeirei” (menyembah terhadap Tenno Heika Kaisar Jepang). KH. Zainal Mustafa peserta 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh jepang tanggal 25 oktober 1944

4.      Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kec Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
Perlawanan ini  dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah, dan H. Kartiwa. Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam. Sehabis panen, padi langsung diangkut ke balai desa. Perlawanan rakyat dapat dipadamkan secara kejam dan para pemimpin perlawanan ditangkap Jepang.

5.      Perlawanan Rakyat di Irian Jaya
a.       Perlawanan Rakyat di Biak (1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh L. Rumkorem pimpinan Gerakan “ Koreri” yang berpusat di Biak. Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh penderitaan rakyat yang diperlakukan sebagai budak, dipukuli dan dianiya. Dalam perlawanan tersebut rakyat banyak jatuh korban, tetapi rakyat melawan dengan gigih. Akhirnya Jepang meninggalkan pulau Biak.
b.      Perlawanan Rakyat di Pulau Yapen Selatan
Perlawanan ini dipimpin oleh Nimrod. Ketika sekutu sudah mendekat maka memberi bantuan senjata kepada pejuang sehingga perlawanan semakin seru. Nimrod dihukum pancung oleh jepang untuk menakut nakuti rakyat. Tetapi rakyat takut dan munculah seorang geriliyawan yakni S. Papare.
c.       Perlawanan rakyat di Tanah besar , daratan irian jaya
Perlawanan ini dipimpin oleh simson. Dalam perlawanan rakyat di irian jaya, terjadi hubungan kerja sama antara gerilyawan dengan pasukan penyusup sekutu sehingga rakyat mendapatan modal senjata dari Sekutu.
Ø  Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Peta
1.      Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena persoalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan di luar batas perikemanusiaan. Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para pelatih militer Jepang yang angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit Indonesia. Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan pasukan Jepang), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura-pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.
2.      Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun T. Hamid. Latar belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan prajurit Indonesia pada khususnya.
3.      Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco) Kusaeri bersama rekan-rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.











































Avatara, Devata dan Bhatara

Avatara, Devata dan Bhatara
  1. Pendahuluan
Avatara adalah perwujudan dewa Wisnu sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang turun ke dunia dengan mengambil suatu bentuk untuk menegakan dharma. Sedangkan dewa adalah sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dapat memberikan kekuatan hidup kepada seluruh mahluk hidup, serta mengatur seluruh isi dari alam semesta. Sedangkan Bhatara adalah manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang bertugas dalam melindungi alam semesta beserta seluruh isinya. Jadi Avatara, Devata dan Bhatara sama-sama memiliki fungsi yang sama dalam menjaga dan menyelamatkan dunia beserta isinya dari ancaman  bahaya atau kehancuran.
  1. Pengertian Avatara
Dalam kamus, istilah agama hindu, Avatara berasal dari kata ava artinya bawah dan tara/ tra artinya menyebrang atau menjelma. Jadi, Avatara berarti Perwujudan Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa turun ke dunia untuk menegakan dharma dari tantangan adharma dengan perwujudan tertentu untuk menyelamatkan umat manusia dari ancaman bahaya.
Avatara biasanya ditandai dengan turunnya Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia berupa manifestasi Sang Hyang Widhi sebagai Dewa Visnu turun ke dunia dengan mengambil wujud tertentu. Dalam kitab Bhagawadgita Bab. IV Sloka  7 dengan jelas disebutkan sebagai berikut :
Yada-yada hi dharmayasa
Glanir bhawanti bharata
Abhyuttanam adharmayasa
Tada ‘tmanam srijamy aham ( Maswiwara 97, hal 191)
            Terjemahan :
Manakala dharma hendak sirna, dan adharma hendak merajalela
Saat itu, wahai keturunan bharata Aku sendiri turun menjelma
Perkataan dharma berarti kebenaran spiritual dan adharma berarti ketidakbenaran atau dosa. Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud avatara adalah perwujudan Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa turun ke dunia dengan menyerupai salah satu bentuk yang sesuai dengan keadaan alam yang diakibatkan oleh kejahatan/kegelapan (Awidya).
             

Filosofi Avatara
Avatara adalah perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa yang turun ke dunia saat manusia tertimpa bahaya dalam wujud Visnu. Visnu adalah perwujudan atau manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai pemelihara alam semesta beserta isinya, sehingga fungsi dan tugas Dewa Visnu sebagai manifestasi Tuhan pada saat bertugas menyelamatkan dunia disebut Avatara.
Perwujudan / manifestasi Tuhan sebagai Avatara sesuai dengan sloka yang berbunyi “ Ekam Sat Wiprah Bhahuda Wadhanti” yang artinya hanya ada satu Tuhan, tetapi orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama. Konsepsi Ketuhanan dalam Hindu yang menyatakan tentang Avatara tersurat dengan jelas dalam Kitab Bhagavadgita Bab IV sloka 8 sebagai berikut :
                        Peritranaya sadhunam  
                        Winaisaya ca duskrtam
                        Dharma samthapanarthaya
                        Sambhawani yuge yuge          (Maswinara,97,hal 191)
                                    Terjemahan :
Untuk melindungi orang-orang yang baik dan untuk memusnahkan orang yang jahat, Aku lahir kedunia dari masa ke masa, untuk menegakkan hukum.
           
Dalam sejarah Sanantha Dharma , melalui sambarthayanya khususnya Vaisnawa sangat percaya dengan Avatara Visnu, dan mereka dengan terbuka menyatakan  bahwa hanya Visnu-lah Tuhan yang Tunggal sedangkan yang lainnya adalah dewa yang biasa saja.
Hal ini pula yang embuat Dasa Avatara tersebut menjadi populer bahkan melahirkan satu sistem ajaran yang mengacu pada Istadewata.
Dasa Avatara menjadi begitu popler di dunia khususnya pada kantong-kantong umat Hindu di dunia termasuk Indonesia. Tetapi sanyangnya bahwa banyak pengikut sambhartaya Vaisnawatersebt tidak tah bahwa Dasa Avatara  bukanlah produk Hindu tidak terjadi seperti cerita-cerita yang terdapat di buku atau yang kita degar selama ini.
Dasa Avatara adala seuah karya besar yang diperkasai oleh seorang tokoh sejarah yang bernama  Kayi Jaya Dewa. Belia yang melahirka DasaaAvatara dan toko yang memasukkan Gautama Budha menjadi Avatara yang kesembilan, serta yang kesepuluh Sang Kalki Avatara.
Kalaupun a tersebut ada seperti yang ditampilkan oleh banyak buku atau dongeng, apakah kita bisa melihat, bahwa ada  Avatara yang turun pada waktu, zaman atau cerita yang sama (Ramayana), seperti Avatara Rama, Avatara Parasurama.
Dan yang lebih manjadi perhatian adalah parusurama tidak tahu bahwa Rama juga berasal dari Avatara yang sama sehingga  Parasurama hampir saja  menyerang  Rama karena telah mematahkan panah saktinya dalam memenangkan sayembara  merebu Sita. Kenapa ini harus terjadi dan mengapa Visnu harus berawatara ganda,dan apakah Rama dan adiknya Laksamana tidak mampu mengancurkan Adharma yang dilakukan oleh Rahwana?

  1. Pengertian Dewa
Kata Deava berasal dari kata Div artinya sinar/bersinar. Deva artinya sinar suci dari Shang Hyang Widhi, fungsi untuk menyinari semua mahluk hidup di alam semesta ini untuk berintegrasi antara satu dengan yang lainnya sehingga bisa berkembang, kita banyak mengenal sebutan Dewa, seperti Dewa Brahma, Dewa Visnu, Dewa Siva, Dewa Isvara, Dewa Mahesora, Dewa Rudra, Dewa Samkara, Dewa Sambhu. Bila kita umpamakan matahari itu adalah Shang Hyang Widhi, Dewa adalah Sinarnya.
Dalam perkembangan lebih lanjut Esa (Shang Hyang Widhi), sehingga dewa itu sesungguhnya adalah yang Esa itu sendiri dalam aspek tertentu misalnya :
1.      Dewa Brahma sebangai Dewa pencipta
2.      Dewa Visnu sebagai Dewa pemelihara
3.      Dewa Siva sebagai Dewa pelebur
4.      Dewa Indra sebagai Dewa  perang
5.      Dewi Saraswati sebagai Dewi ilmu pengetahuan
6.      Dewa Ganesa sebagai Dewa Penyelamat
7.      Dewa Isvara sebagai Dewa penguasa arah timur
8.      Dewa Samkara sebagai Dewa penguasa tumbuh-tumbuhan
9.      Dewa Varuna sebagai Dewa penguasa lautan
10.  Dewi Sri sebagai Dewi kesuburan
D.    Pengertian Bhatara
Bhatara berasal dari kata bhar yang artinya pemimpin , pelindung. Jadi bhatara artinya adalah manifestasi Sang Hyang widhi sebagai pelindung. Kadangkala bhatara diartikan sama seperti raja, karena seorang raja mempunyai tugas sebagai pelindung rakyatnya.
Bhatara yang bertugas sebagai pelindung alam semesta  beserta isinya dalam agama hindu seperti :
1.      Bhatara Guru
2.      Bhatara Rudra
3.      Bhatara Gana
4.      Bhatara Vayu
5.      Bhatara Surya
6.      Bhatara Uma
Dalam ajaran agama hindu kata bhatara sering dimaknai sama dengan dewa seperti :
1.      Dewa Brahma / Bhatara Brahma
2.      Dewa Visnu / Bhatara Visnu
3.      Dewa Siva  / Bhatara Siva
4.      Dewa Varuna / Dewa Varuna
5.      Dewa Surya / Bhatara Surya
E.     Hubungan Avatara, Dewa dan Bhatara dengan Sang Hyang Widhi
Hubungan Awatara , Dewa , bhatara dengan Sang Hyang Widhi  / Tuhan yang maha esa sangat erat dan menyatu malah tidak dapat dipisahkan karena :
1.      Avatara , Dewa , Bhatara sumbernya dari Sang Hyang Widhi ( Seperti Sinar matahari bersumber dari matahari)
2.      Avatara , Dewa , Bhatara  merupakan manifestasi dari Sang hyang widhi
3.      Avatara , Dewa , Bhatara sama sama sebagai pelindung
4.      Avatara , Dewa , Bhatara merupakan kekuatan dari Sang Hyang widhi
5.      Avatara , Dewa , Bhatara maha kasih dan penyayang
F.     Perbedaan Dewa, Bhatara dan Avatara
a.       Dewa adalah manifestasi ida Sang Hyang Widhi sebagai sinar sucinya yang memberikan kekuatan hidup dan berkembangnya seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini
b.      Bhatara adalah manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi yang berfungsi sebagai pelindung dari alam semesta beserta isinya
c.       Avatara adalah manifestasi tuhan atau  perwwujudan dari Ida Sang Hyang Widhi wasa yang turun kedunia untuk menegakkan kebenaran dari ancaman sifat sifat adharma.
G.    Cerita Turunnya Avatara dalam Purana
Avatara adalah perwujudan Sang Hyang Widhi  turun atau berinkarnasi ke dunia  untuk karya penyelamatan terutama pada saat dharma mengalami tantangan dan saat-saat adharna (kejahatan) merajalela. Maharsi adalah manusia terpilih karena dapat meningkatkan jiwanya kesempurnaan sehingga dapat menerima wahyu dari Sang Hyang Widhi. Dalam Visnu Purana dikenal sepuluh perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa dalam menyelamatkan dunia, yaitu :


No.
Avatara
Adalah Sang Hyang Widhi Wasa yang turun/berinkranasi kebumi dengan mengambil wujud : adalah Sang Hyang Widhi
1.
Matsya Avatara
Ikan yang Maha besar, muncul pada jaman Satya yoga bertujuan untuk menyelamatkan benih benih manusia yang terancam punah
2.
Kurma Avatara
Kura kura raksasa , muncul pada jaman satya yoga yang bertujuan untuk
3.
Varaha Avatara
Badak Agung , muncul pada jaman satya yoga
4.
Narasimha Avatara
Raja Hiranijakasimpu sebagai tokoh adharma saat itu muncul pada jaman satya yoga
5.
Vamana Avatara
Orang kerdil yang membunuh raja bali sebagai tokoh adharma, muncul pada treta yoga
6.
Parasurama Avatara
Pandita yang selalu membawa kapak , member kesadaraan kepada kesatria untuk mengendalikan dharma atau kepempinan dengan sebaik baiknya  muncul jaman treat yoga
7.
Rama Avatara
Putra prabu dasarata, guna membela adharma yang dipimpin oleh rahwana yang pasukannya terbasmi , muncul jaman treat yoga
8.
Krsna Avatara
Putra prabu wasudewa dengan dewi dewaki menghancurkan raja kangsa dan jasrasanda golongan adharma pada saat itu, muncul pada jaman Dwapara yoga
9.
Buddha Avatara
Putra prabu Sudodana dengan dewi Maya bertugas menyadarkan manusia, agar bebas dari penderitaan melalui jalan tengah di antara kedelapan cakram (putaran hidup), muncul pada jaman kali yoga
10.
Kalki Avatara
Awatara yang ke-10, menurut keyakinan kita beliau akan dating nanti bila adharma sudah betul betul merajalela, muncul pada akhir jaman kali yoga



.